Tampilkan postingan dengan label Rancang Bangun Jaingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rancang Bangun Jaingan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Maret 2017

Simulasi Jaringan Routing

Posted by with No comments
Simulasi Jaringan Routing, 3 Router, 3 Switch, 6 PC


PERSIAPAN
1.      Langkah pertama dalam membuat jaringan routing membutuhkan :
a.       3 router (1841)
b.      6 buah workstation
c.       3 switch (2950T-24)
Dan tiap node dihubungkang dengan node.

2.      Kemudian lakukan konfigurasi IP pada workstation dan router.
Sebelum Konfigurasi Router, Tambhakan Port Serial nya.

Pada PC 0 :                                        Pada PC 1 :
IP Address : 192.168.1.2                    IP Address : 192.168.1.3
Subnet Mask : 255.255.255.0             Subnet Mask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.1.1                        Gateway : 192.168.1.1

Pada PC 2 :                                        Pada PC 3 :
IP Address : 192.168.2.2                    IP Address : 192.168.2.3
Subner Mask : 255.255.255.0             Subnet Mask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.2.1                        Gateway : 192.168.2.1

Pada PC 4 :                                        Pada PC 5 :
IP Address : 192.168.3.2                    IP Address : 192.168.3.3
Subnet Mask : 255.255.255.0             Subnet Mask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.3.1                        Gateway : 192.168.3.1

Pada Router 0 :                                 Pada Router 1:
Interface 0/0 : 192.168.1.1                  Interface 0/0 : 192.168.2.1
Subnet Mask : 255.255.255.0             Subnet Mask : 255.255.255.0
Serial 0/0/0 : 192.168.4.1                    Serial 0/0/0 : 192.168.5.1
Serial 0/0/1 : 192.168.6.2                    Serial 0/0/1 : 192.168.4.2

Pada Router 2 :
Interface : 192.168.3.1
Subnet Mask : 255.255.255.0
Serial 0/0/0 : 192.168.6.1
Serial 0/0/1 : 192.168.5.2

3.      Setelah melakuka konfigurasi IP Address. Lakukan routing pada setiap-setiap Router nya ya. Via CLI.

Pada Router 0 :                                
            Ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.4.2
            Ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.6.1

Pada Router 1 :
Ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.5.2
            Ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.4.1

            Pada Router 2 :
            Ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.6.2
            Ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.5.1


SELAMAT MENCOBA
CERMATI PENJELASAN TERSEBUT
COBA PAHAMI
SEMOGA BERHASIL


Terima Kaish,,
Jangan Lupa Like, Comment and Share.. :D ☺☺☺☺

Semoga Bermanfaat..

Rabu, 14 Desember 2016

Tutorial : Simulasi Membuat Jaringan pada Cisco Packet Tracer

Posted by with No comments
Hello rekan - rekan semua, baik disini saya akan membuat tutorial dengan membangun simulasi jaringan sederhana dengan menggukan aplikasi Cisco Packet Tracer.

Cisco Packet Tracer itu adalah Sebuah Software yang menyediakan untuk pengguna dalam membangun simulasi jaringan dan juga bisa mengkonfigurasi langusng jaringannya.
misalnya, Membangun Jaringan PAN, LAN, MAN, WAN, WLAN, ataupun dengan Server Jaringan dll.

Download Cisco Packet Tracer Versi 7.0
Packet Tracer 32bit : Google Drive |
Packet Tracer 64bit : Google Drive |


____________________________________________________________

SIMULASI MEMBUAT JARINGAN SEDERHANA

TEST 1



PERSIAPAN
1. Langkah pertama dalam membuat jaringan sederhana adalah 2 buah workstation dan 1 sebuah switch. Dan tiap node dihubungkang dengan node.
2. Kemudian lakukan konfigurasi IP pada workstation :
Pada PC0 :                                          Pada PC1
IP Address 192.168.9.1                       IP Address 192.168.9.2
Subnet Mask 255.255.255.0               Subnet Mask 255.255.255.0




3. Setelah melakukan konfigurasi IP, selanjutnya kita menguji koneksi antar 2 node tersebut dengan menggunakan utilitas “ping”. Untuk memulainya yaitu dengan cara double-klik PC0, kemudian pilih tab DESKTOP, lalu pilih command prompt.
 Lakukan ping dengan cara : ping 192.168.9.2

4. Jika berhasil, maka akan muncul seperti di gambar berikut.




SIMULASI MEMBUAT JARINGAN NIRKABEL SEDERHANA

TEST 2



PERSIAPAN
Persiapan dalam simulasi ini hanya menggunkan 2 workstation dan 1 access point.
1. Double-klik PC0
2. Matikan device pada PC0 dengan cara menekan tombol power

3. Setelah device PC0 dimatikan, ganti module (network interface) menjadi module untuk menerima sinyal wireless (nirkabel) bernama Linksys- WMP300N (dengan cara drag module tersebut). Setelah itu nyalakan kembali device nya.


4. Masih di jendela properties PC0, (Lanjutkan ke tab Config) kemudian pilih interface lalu klik wireless. Isi IP address dengan menggunakan IP 192.168.9.1 subnet mask 255.255.255.0.



5. Lakukan hal yang sama untuk worstation PC1 tetapi dengan IP address berbeda. Untuk contoh kali ini isikan dengan 192.168.9.2.


6. Setelah kedua workstation di konfigurasi, maka PC0 sudah terkoneksi dengan PC1 dengan wireless seperti gambar dibawah ini.

7. Setelah itu lakukan ping untuk mengetahui apa kedua nya sudah terhubung atau belum.







SIMULASI MEMBUAT SERVER HTTP PADA JARINGAN

TEST 3



PERSIAPAN

Persiapan simulasi server HTTP ini dengan menggunakan 1 buah workstation dan 1 server yang terhubung langsung dengan kabel tipe cross.






1. Lakukan konfigurasi IP address pada PC0 seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.






2. Lakukan konfigurasi IP address pada Server-PT.






3. Double-klik Server0 sehingga jendela properti Server0 muncul, kemudian pilih tab config. Klik menu kiri bagian Services, pilih HTTP.  Radio button service HTTP harus dalam keadaan on.



MELAKUKAN BROWSING HTTP
Double-klik PC0, Pilih tab Desktop. Pilih Web Browser. Ketika jendela web browser muncul, ketikkan IP address Server0/Server HTTP (192.168.9.10) di field URL.



SIMULASI MEMBUAT SERVER DHCP  PADA JARINGAN

TEST 4



PERSIAPAN

Persiapan simulasi server DHCP dalam contoh ini dengan menggunakan 5 buah workstation, 1 switch, dan 1 server.






1. Double-klik Server0. (Pilih tab Config). Pada menu Interface, pilih Fast-Ethernet. Pada bagian IP Configuration, isi dengan IP address server 192.168.9.10 subnet mask 255.255.255.0.






2. Masih di jendela properties Server0 pada menu Services, pilih DHCP. Pastikan service DHCP On.

   1)  Pada Start IP Address isikan dengan 192.168.33.1, dan pada Maximum Number of Users=5.


   2) Hal ini berarti setiap host yang request IP pada DHCP Server akan mendapatkan IP address mulai dari range 192.168.9.1 - 192.168.9.5


   3) Untuk field Default Gateway dan DNS Server biarkan kosong.




MELAKUKAN REQUEST DHCP


   1. Double-klik PC0. Pilih tab Desktop. Pada menu yang ada, pilih menu IP Configuration. Pastikan pilihan radio button pada pilihan DHCP


   2. Setelah konfigurasi selesai, silahkan mengecek konfigurasi IP pada PC0 yang sebelumnya telah di-set ke DHCP. Jika berhasil, maka tampilan akan seperti ini.





SIMULASI MEMBUAT SERVER DNS  PADA JARINGAN

TEST 5


PERSIAPAN

Persiapan simulasi server DHCP menggunakan 1 workstation, 1 switch, dan 2 server.



1.      Lakukan konfigurasi IP (statik) sebagai berikut: 

       a). Pada Server0 : IP Address 192.168.9.1
             Subnet Mask 255.255.255.0
       b). Pada Server1 : IP Address 192.168.9.2
             Subnet Mask 255.255.255.0
       c). Pada PC0 : IP Address 192.168.9.3
             Subnet Mask 255.255.255.0
     DNS Server 192.168.9.2



2.      Aktifkan layanan HTTP pada Server0(seperti bahasan yang sebelumnya).


3.      Double-klik Server1. Pindahkan tab ke tabConfig. Pada menu Services, pilih DNS. Pastikan service DNS pada radio button adalah On. Pada field domain name isi dengan nama domain tertentu. Contoh daris.com




4.      Jika selesai, saatnya untuk mengecek supaya ketahuan berhasil atau tidaknya dengan cara menuju ke tab Desktop pada PC0, Lalu pilih Web Browser. Ketika jendela Web Browser muncul, lalu ketik yudha.com pada URL tersebut.







SIMULASI ROUTING ( INTERCONNECT-NETWORK )



TEST 6




PERSIAPAN

Persiapan simulasi routing dalam contoh ini adalah dengan menggunakan 2 workstation, 2 switch, dan 1 router.






1.      Lakukan konfigurasi pada workstation

         Pada PC0 :                                                      Pada PC1 :

         IP Address      : 192.168.9.1                           IP Address      : 10.0.0.1

         Subnet Mask   : 255.255.255.0                       Subnet Mask   : 255.0.0.0
         Default Gateway : 192.168.9.10                    Default Gateway : 10.0.0.10

2.      Double-klik Router0. Pilih tab Config. klik FastEthernet0/0 (di bawah judul submenu Interface) untuk melakukan konfigurasi IP address pada interface 1 Router0. Isi IP address yang sesuai dengan network address.

      Misalkan FastEthernet0/0 terhubung secara fisik ke network address 192.168.9.10, maka FastEthernet0/0 yang akan mendapatkan IP gateway 192.168.9.10. Setelah itu aktifkan interface dengan cara mencentang pilihan On pada field Port Status. Begitu juga dengan interface 2 Router0 (FastEthernet0/1) yang terhubung secara fisik dengan network address 10.0.0.5 akan mendapat IP gateway 10.0.0.10.


Pastikan semua telah terkoneksi dengan cara memeriksa routing table. Untuk memeriksa routing table, pilih menu Inspect (dengan gambar kaca pembesar) atau tekan hotkey I (i)
pada keyboard. Jika kursor mouse telah berubah menjadi gambar kaca pembesar, klik Router0pilih Routing.



Terima Kaish,,
Jangan Lupa Like, Comment and Share.. :D ☺☺☺☺

Semoga Bermanfaat..

Kamis, 15 September 2016

Jenis - Jenis Keamanan Jaringan Komputer

Posted by with 1 comment
SISTEM KEAMANAN JARINGAN
Dalam jaringan komputer, khususnya yang berkaitan dengan aplikasi yang melibatkan berbagai kepentingan, akan banyak terjadi hal yang dapat mengganggu kestabilan koneksi jaringan komputer tersebut, baik yang berkaitan dengan hardware (pengamanan fisik, sumber daya listrik) maupun yang berkaitan dengan software (sistem, konfigurasi, sistem akses, dll).

Gangguan pada sistem dapat terjadi karena faktor ketidaksengajaan yang dilakukan oleh pengelola (human error ), akan tetapi tidak sedikit pula yang disebabkan oleh pihak ketiga.
Gangguan dapat berupa perusakan, penyusupan, pencurian hak akses, penyalahgunaan data maupun sistem, sampai tindakan kriminal melalui aplikasi jaringan komputer.

Dalam internetworking beberapa jenis gangguan dikenal dengan istilah:
1.Hacking, berupa pengrusakan pada infrastruktur jaringan yang sudah ada, misalnya perusakan pada sistem dari suatu server.
2.Physing, berupa pemalsuan terhadap data resmi dilakukan untuk hal yang berkaitan dengan pemanfaataanya.
3.Deface, perubahan terhadap tampilan suatu website secara illegal.
4.Carding, pencurian data terhadap identitas perbankan seseorang, misalnya pencurian nomor kartu kredit, digunakan untuk memanfaatkan saldo yang terdapat pada rekening tersebut untuk keperluan belanja online.
5.Serta masih banyak istilah pada sistem keamanan jaringan yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun pengrusakan sistem yang sudah ada. Dalam melakukan persiapan fungsi sistem hendaknya disiapkan pengamanan dalam bentuk berikut :
1.Mengelompokkan terminal yang difungsikan sebagai pengendali jaringan atau titik pusat akses (Server) pada suatu jaringan, yang selanjutnya harus diberikan pengamanan secara khusus.
2.Menyediakan pengamanan fisik berupa ruangan khusus untuk pengamanan perangkat yang disebut pada point nomor 1. Ruangan tersebut dapat diberikan label Network Operating Center (NOC) dengan membatasi personil yang diperbolehkan masuk.
3.Memisahkan sumber daya listrik untuk NOC dari pemakaian yang lain. Perlu juga difungsikan Uninteruptable Power Supply (UPS) dan Stabilizer untuk menjaga kestabilan supply listrik yang diperlukan perangkat pada NOC.
4.Merapikan wiring ruangan dan memberikan label serta pengklasifikasian kabel.
5.Memberikan Soft Security berupa Sistem Firewall pada perangkat yang difungsikan di jaringan. Merencanakan maintenance dan menyiapkan Back Up sistem. 

Firewall (Gambar Ddiatas) adalah salah satu aplikasi pada sistem operasi yang dibutuhkan oleh jaringan komputer untuk melindungi intergritas data/sistem jaringan dari serangan-serangan pihak yang tidak bertanggung jawab. Caranya dengan melakukan filterisasi terhadap paket-paket yang melewatinya. 
Fungsi Firewall :
• Mengontrol dan mengawasi paket data yang mengalir di jaringan
• Melakukan autentifikasi terhadap akses.
• Applikasi proxy
• Mencatat semua kejadian di jaringan

Firewall tersusun dari aturan-aturan yang diterapkan baik terhadap hardware,software ataupun sistem itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi jaringan, baik dengan melakukan filterisasi, membatasi, ataupun menolak suatu permintaan koneksi dari jaringan luar lainnya seperti internet.



Pada dasarnya jenis keamanan dibagi menjadi 5 jenis, yaitu:

1. Keamanan fisik
Keamanan fisik lebih ditekankan pada hardware. Hal ini dilakukan untuk melindungi hardware tetap dalam kondisi baik untuk melakukan operasi pada jaringan.

2. Kemanan jaringan

Keamanan jenis ini lebih bertipe ke abstrak. Jadi kemanan ini dilakukan oleh benda yang tidak tampak, baik itu menggunakan software atau perintah lainnya. Contoh pengamanan jaringan adalah dengan menggunakan firewall ataupun proxy yang digunakan untuk mem filter user yang akan menggunakan jaringan.

3. Otorisasi akses

Otorisasi akses adalah penggunaan password atau kata sandi jika kita ingin mengakses sesuatu di jaringan. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan hanya user tertentu saja yang diperbolehkan untuk mengakses jaringan.
4. Proteksi Virus
Virus adalah sebuah metode penyerangan sistem komputer dengan menggunakan sebuah program yang dapat membuat sistem kacau dan mengalami kerusakan. Virus sendiri bisa diatasi dengan menginstall antivirus pada komputer dan selalu update databasenya yang terbaru.
5. Penanganan bencana
Perencanaan bencana adalah Perencanaan langkah-langkah yang akan diambil jika terjadi bencana yang mengakibatkan rusaknya sebuah sistem dan hilangnya data-data penting. Hal ini dimaksudkan agar kerusakan pada sistem lebih cepat teratasi.